Senin, 05 Maret 2012

Sudah Benarkah Shalat Anda?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum...
Berikut sebagian kecil yang penting diketahui diantara seluruh isi penting yang saya ketik ulang dari buku "Sudah benarkah Shalat Anda?" oleh Syaikh Mu'min Fathi Al-Haddad.

Tingkatan-tingkatan Detikan dalam Hati

Derajat ini bisa sampai pada detikan yang keluar dan hati yang disebut dengan azam. Maka sekadar dengan itu saja seseorang akan diberi pahala atau diberi siksa. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah swt,

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." (Al-Baqarah: 225).


Sementara derajat tekad yaitu keinginan yang kuat pada kebaikan atau keburukan, maka seseorang akan diberi pahala dengan tekad baiknya, dan tidak disiksa dengan tekad buruknya. Sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadis,

Barangsiapa bertekad melakukan kejahatan, namun belum melakukannya, maka Allah menuliskan baginya satu kebaikan yang sempurna, dan barangsiapa bertekad melakukan satu keburukan  kemudian mengerjakannya maka Allah akan menetapkan baginya satu keburukan. Tidaklah seseorang itu dibinasakan oleh Allah melainkan ia benar benar binasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Detikan-detikan adalah sumber dan kebaikan dan kejahatan. Darinya terlahir kemauan, keinginan, serta tekad. Siapa menjaga detikan-detikan yang ada padanya sesungguhnya dia telah memiliki kendali untuk dirinya dan telah menaklukkan nafsunya. Sementara siapa yang detikan-detikan hatinya mengalahkannya, maka sesungguhnya nafsunya telah menang atas dirinya.
Pemikiran tertinggi, yang paling agung dan paling berguna adalah detikan-detikan yang mengacu untuk Allah dan Rumah Akhirat.

Detikan- detikan Yang Paling Berguna

Pertama, memikirkan ayat-ayat-Nya yang diturunkan, mengomentaninya, dan memahami maksud ayat tersebut.
Kedua, memikirkan ayat-ayat-Nya yang disaksikan, dan mengambil i’tibar darinya.
Ketiga, memikirkan kenikmatan dari-Nya serta kebaikan dan karuniaNya kepada makhluk-Nya dengan bermacam-macam karunia.
Keempat, memikirkan kekurangan diri serta kecelakaannya serta aib perbuatan.
Kelima, memikirkan serta memperhitungkan kewajiban waktu serta tugasnya.

Orang yang tahu adalah orang yang tahu waktunya.
Maka sesungguhnya waktu manusia adalah usianya dalarn kebenaran. Itulah masa hidupnya yang abadi dalam kesenangan yang kekal, dan masa hidupnya yang sempit dalam siksa yang pedih. Ia berjalan lebih cepat dan jalannya awan. Waktu yang dipergunakan untuk Allah dan bersama Allah adalah hidup serta usianya, sedangkan yang selain daripada itu tidak terhitung dan hidupnya. Apabila seorang hamba shalat, tidaklah shalatnya mempunyai arti selain yang dia sadari bahwa dia tidak mempunyai apa-apa dari usianya selain apa yang digunakan untuk Allah dan bersama Allah.

Detikan-detikan serta pikiran selain dan bagian-bagian ini adalah bisikan-bisikan setan. Baik itu berupa angan-angan kosong dan tipu daya yang dusta. Sama seperti detikan-detikan pada akal orang yang mabuk dan terpengaruh dengan berbagai bisikan-bisikan. Kemudian yang dikatakan lidah mereka saat hakikat tersingkap.

Ketahuilah, detikan-detikan adalah tidak berbahaya. Akan tetapi yang berbahaya adalah memanggil dan berbicara dengannya. Detikan bagaikan orang yang lewat di jalan. Jika Anda tidak memanggilnya ia pun akan terus lewat dan pergi dan Anda. Namun apabila Anda memanggilnya, ia pun menyihir Anda dengan perkataan dan tipu dayanya. Ia adalah sesuatu yang paling ringan bagi jiwa yang hampa dan dusta, namun berat bagi hati dan jiwa yang mulia, tinggi, dan tenang.

Insyaallah ada lanjutannya...
Semoga Bermanfaat ^^


2 komentar:

  1. Nice posting kk :) Ternyata Sholat saya slama ini belum benar hehe, makasih infonya. Salam solid !

    BalasHapus