Selasa, 02 Agustus 2011

The process is Beautiful

Makanan instan, sedot lemak, obat pengurus badan, suntik untuk memutihkan kulit, sampai dengan mencontek/ngopek, "nyogok" dan sebagainya adalah beberapa contoh betapa mengakarnya budaya instan di sekitar kita.
Banyak diantara kita yang merasa begitu berat dalam menjalani suatu proses. Kita merasa lebih baik bila apa yang kita inginkan atau yang kita rencanakan tersebut tercapai tanpa usaha keras dan waktu yang panjang. Padahal sebenarnya, proses itulah yang indah.
Bagi yang merasakan keindahan sebuah proses, pasti tidak akan ragu-ragu menyatakan bahwa sumber kepuasan diri itu 75% berasal dari berhasilnya proses itu dijalani, bukan berhasilnya tujuan yang ingin dicapai. Sementara kepuasan diri yang berasal dari tercapainya tujuan itu adalah 25% saja.


Begitu besarnya makna sebuah proses tersebut. Namun hanya sedikit dari kita yang menyadarinya maupun menikmatinya. Padahal dengan adanya proses, kita dapat mengerti, betapa tujuan yang ingin kita capai tersebut, tidaklah mudah untuk diwujudkan. Dan betapa proses yang kita jalani dalam rangka mencapai tujuan tersebut, tidaklah semua orang bisa menjalaninya dengan baik. Semua itu harus melalui proses.

Coba anda bayangkan, bila semua makhluk di dunia ini, hidup tanpa melalui proses. Justru akan kacau balau.
Misalnya saja, kita manusia sudah terlahir dengan wajah yang dewasa, badan sudah tumbuh dewasa. Pastilah kedua orang tua kita tidak akan pernah merasakan bagaimana menikmati indahnya masa-masa merawat bayi yang lucu.
Kita semua tahu bahwa membesarkan anak adalah kewajiban orang tua sekaligus adalah tujuan yang ingin dicapai oleh seluruh orang tua. Namun bisakah kita bayangkan bila tujuan itu tercapai tanpa proses, pastinya tidak akan seindah yang kita alami. 
Misalnya saja, anaknya lahir dewasa dengan gelar Dokter, atau Profesor dan sebagainya. Pastilah tak ada kesan yang berarti didalamnya. Semua yang diinginkan telah tercapai tanpa ada usaha. Pastilah tak akan ada yang namanya kesan, kepuasan diri dan rasa syukur di muka bumi ini.

Sedangkan Allah saja yang Maha Bisa menciptakan alam semesta ini dengan proses. Padahal Allah SWT bisa saja langsung meciptakannya secara langsung "Kun Fayakun". Dan lagipula, Allah menilai sesuatu yang kita kerjakan, bukanlah dari hasil yang kita capai, tapi dari proses yang kita lalui.
Demikianlah, betapa Allah SWT pun sangat menghargai proses tersebut.

Yah, saya sendiripun masih belajar menikmati setiap proses yang harus dijalani, meskipun itu tidaklah mudah. Namun itulah yang berkesan dari sebuah proses yang manusia jalani, "tidaklah mudah".
Sedangkan Allah SWT yang Maha Bisa saja menghargai proses. 
Mengapa kita tidak??? hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar